Senin, 23 September 2019

Opini PELITA 3

Sebenarnya apasih kegunaan gawai? Lalu apa hubungannya dengan minat baca Indonesia?

Saya adalah pelaku pembunuhan waktu, bisa dibilang malah melakukan korupsi tingkat tinggi setiap harinya. Bagaimana tidak, godaan terbesar benda pipih dengan sejuta informasi di dalamnya mrmbutakan mata saya, mungkin tidak hanya saya melainkan jutaan orang di luar sana, iya gawai. Beberapa orang di dunia mengecek gawainya hampir setiap 15 detik sekali, dan beberapa orang juga berselancar di dunia maya entah hanya untuk melihat postingan, memberi like, komen, maupun sekedar menghabis kan waktu mereka.

Penggunaan gawai selain memberi dampak positif arus globalisasi, gawai juga menggerus perlahan minat seseorang di dunia nyata. Contohnya adalah buku. Peminat buku konvensional dengan e-book menjadi perbincangan hangat. Era digital menjadi alasan bahwa semua harus serba dipermudah seperti e-book. Godaan dalam membaca e-book pun sangat beragam karena menjadi satu dengan gawai masing-masing. Dan ya hal tersebut memepengaruhi minat baca seseorang, termasuk di Indonesia.

Indonesia menduduki peringkat 2 dari bawah untuk urusan literasi. Ya miris sekali, dan dewasa ini  untuk mengembangkan budaya literasi di kalangan mahasiswa ada beberapa cara salah satunya adalah mengadakan seminar tentang literasi, seperti yang diadakan menteri keilmuan BEM Universitas Airlangga kemarin.

Pelatihan Literasi (PELITA) ini memberikan kita pandangan betapa pentingnya menulis dan membaca, khususnya di kalangan mahasiswa, dan Ketua BEM FIB, Moch Sholeh Pratama menjadi pematerinya. Mas Sholeh, panggilan akrabnya. Memberikan kita tentang pengalaman beliau yang sering mengirim tulisannya baik di media cetak maupun elektronik. Beliau juga memberikan  tips dan trik untuk tembus media massa, dan memberikan rekomendasi alamat media massa yang dapat kita coba.

"Yang penting tulis saja dulu" Ujar Mas Sholeh saat menjawab beberapa pertanyaan seputar pembuatan opini.

Dan pelatihan seperti inilah yang dapat menarik generasi muda untuk meningkatkan minat baca. Tidak hanya membuka pikiran kita, membaca juga menjadi refleksi diri untuk mulai berpikir kritis. Dan menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Mari menjadi generasi muda yang siap berkarya, meningkatkan keunggulan dengan membaca dan menulis, memanfaatkan gawai dengan sebaik baiknya. Dan berproses menjadi lebih baik.

Surabaya, 16 Agustus 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

celoteh

kalian sering gak sih? merasa capek, jenuh, atau kalau nggak merasa bahwa diri kalian berada dalam posisi yang sangat asing. bukan, maksudku...