jika melangkah sama dengan berdiam
aku memilih mendekam
menderai bersama kalut persoalan
sedap
lanskap
cukup
nyatanya perih begitu pedih
mendamba
berakhir iba
.
ah susahnya
bilang
semoga kau bahagia
semoga
06 Mei 2022
Blog yang penulis buat, hanya untuk memberi informasi dan pengetahuan kepada pembaca, juga menuangkan kreasi penulis.Tidak bermaksud untuk menyinggung maupun merugikan orang lain.
jika melangkah sama dengan berdiam
aku memilih mendekam
menderai bersama kalut persoalan
sedap
lanskap
cukup
nyatanya perih begitu pedih
mendamba
berakhir iba
.
ah susahnya
bilang
semoga kau bahagia
semoga
06 Mei 2022
Menguap
Bolehkah saya berharap?
Apa yang tidak diperbolehkan?
Dan kepada siapa saya boleh dan
Entahlah
Kalau boleh saya jujur, tidak mudah menahan diri memancing orang lain untuk mengatakan "selamat menua" tapi catatan ini bukti kekecewaan dan kebahagiaan saya. Berawal dari rencana menghilang dari muka bumi ini, nyatanya kehadiran saya benar-benar hilang. cukup angka kembar tidak membuat saya harus bergemuruh tat kala berharap dengan orang lain memang sebegitu kecewa.
tak apa, mari memulai kembali.
10 Mei yang kesekian kalinya.
Barangkali inilah satu-satunya tulisan yang sedikit berlebihan. saya percaya yang membaca ini hanya segelitir orang dengan tidak sengaja menemukan blog saya. kadang disitulah semua lebih abstrak. maaf jika hal serupa juga saya telusuri.
ini ihwal cukup penting yang menjadi pemacu saya beberapa bulan terakhir. saya juga memimpikannya. menunda tugas negara demi menuliskan kegelisahan perasaan. kemarin, ada pertanyaan muncul yang dengan pedenya saya cari di laman penelusuran. begini, "apa hukum mencintai?" saya tidak menduga pertanyaan semacam itu bisa muncul, tapi seperti yang sudah saya jelaskan. dengan pede saya menuliskan. hukum mencintai adalah sunnah, karena itu fitrah dari Allah untuk semua makhluknya. lantas urusan menyampaikan dan tidaknya itu kembali ke masing-masing. sebentar ini sedikit melantur, saya harusnya tidak bercerita tentang itu, tapi tak apalah.
pengalaman saya yang saya sampaikan kembali dalam beberapa bulan terakhir membongkar, bukan lebih tepatnya mendobrak hati saya untuk kembali tersenyum, bertingkah aneh, dan (sedikit) berlebihan. mari saya deskripsikan bagaimana dirinya. oh tunggu. satu fakta yang harus diketahui. hari ini dia ulang tahun, boleh kusampaikan di sini ya. selamat mengulang tanggal kelahiran untukmu yang sedang tumbuh dan berproses. tak ada kata semoga, harapan, ataupun pengandaian lain. doaku satu. kamu sehat. satu lagi. kamu baik. satu lagi kamu ya kamu dengan segala hal yang ada di dalam dirimu menebar manfaat untuk sekitar.
oke, saya diskripsikan dia ya. bentar mau disklaimer kalau saya menyukai orang kadang terlalu random. bukan fisik, bukan sekedar otak, atau apa ya. kalau suka ya suka aja. kalau kagum ya kagum aja. oke lanjut, dia dengan segala saintisnya memiliki pesona yang membuncah. caranya tersenyum, caranya berbicara, caranya beretika, cukup untuk membuat saya kembali membuka diri guna mengagumi orang lain. saya tidak pernah bersinggungan dengannya seperti dalam satu organisasi misalnya, atau kepanitiaan, atau ihwal lainnya, tapi saya berkesempatan untuk memutuskan bahwa "mengagumi orang" itu sah dan boleh kesiapapun termasuk dirinya.
dulu, saya pernah membuat catatan untuk orang yang saya suka, ucapannya terima kasih, sudah menghadirkan kisah yang tidak bertepuk sebelah tangan. melainkan. dua arah. namun saya yang egois saat itu memutuskan untuk "berjalanlah dengan jalanmu, dan aku akan berjalan dengan jalanku, jika kita bertemu di persimpangan nanti entah kamu dengan pasanganmu, ataupun sebaliknya, semoga kita baik-baik saja". ya, itu yang saya pegang. termasuk memutuskan untuk menyukaimu. saya paham betul, kamu tidak akan bersinggungan dengan saya. atau sayalah yang mengambil tindakan tidak bersinggungan denganmu. tapi maaf kalau tadi, kebuncahan ini tidak bisa terpendam. saya mengucapkan ulang tahun ke kamu. maaf ya.
harusnya saya bisa menahan, tapi tak sadar kalau kamu terlalu memikat untuk saya yang tak bersekat. lahirlah keberanian itu tadi malam. eh apa saya sudah menyebutnya tadi? oke tak apa. jujur tulisan ini hanya untuk menetralisir degub yang gak berhenti dari kemarin, jadi biar cepet tenang diungkapin semua. oh iya, saya punya berbagai horizon harapan di hari istimewamu, mungkin akan banyak yang mengucapkan dan sama halnya denganku, kau akan membalasnya dengan "terima kasih" emm tak apa sih. itu ucapan wajar. berterima kasih sudah mengingat hari penting seseorang. orang-orang terdekatmu akan bergelimang doa, candaan, dan berbagai macam hal untuk memeriahkan. atau horizon lainnya, hanya segelintir orang yang mengingatnya termasuk saya. dan itu bisa jadi kemungkinan buruk untukku karena secara lancang mengingat dan mengucapkannya kepadamu. orang-orang ini adalah mereka yang secara sadar ingat dan niat, baik. saya tidak akan membahas apakah kamu dekat dengan seseorang atau beberapa orang. namun. cukup buruk. ya, kalau misal hanya sedikit yang mengucapkan. artinya pertahananku untuk terlihat diam akan nampak.
sebenarnya apasih yang saya tulis ini. receh sekali. oke suatu saat saya akan edit ulang tulisan ini dan menambahinya berbagai ramuan kata. cuma saya titip catatan ini untuknya ya.
kamu
istimewa
dengan caramu
dan cara menaklukkan waktu di sekitarmu
kamu
lebih istimewa
dengan tanpa harapan yang tersemat
hanya melihat lebih dari cukup
teramat cukup
untuk menjadikanmu
paling istimewa
selamat hari lahir
dan selamat berbahagia.
bersambung...
6 May 2022
kalian sering gak sih? merasa capek, jenuh, atau kalau nggak merasa bahwa diri kalian berada dalam posisi yang sangat asing. bukan, maksudku...