Senin, 25 Desember 2023

celoteh

kalian sering gak sih? merasa capek, jenuh, atau kalau nggak merasa bahwa diri kalian berada dalam posisi yang sangat asing. bukan, maksudku asing dalam artian kamu terpaku untuk beberapa detik menyadari kamu gak sehebat itu, ataupun semenyenangkan itu, kalau enggak ya, sebaik itu. 


6 Juni 2022

Kenapa Mahasiswa Jarang Bersedia ikut Kepanitiaan?

apa menurut kalian mengikuti sebuah kepanitiaan itu gak penting? atau bukan-bukan, lebih tepatnya mengapa sebuah kepanitiaan sekarang ini sangat minim peminatnya? apa yang menjadi problem dari adanya sebuah acara-panitia-pelaku-dan juga kegiatan yang ada. seberapa penting kepanitiaan perlu diikuti? dan kenapa panitia disebut panitia? apakah kalian pernah memikirkan hal itu? 
.
sedikit cerita, saya memiliki problem, di fakultas saya, ada event yang menurut saya dan sebagian orang besar, peringatan hari ulang tahun fakultas. ya, dies natalis istilahnya. kemudian mahasiswa di fakultas tersebut berbondong-bondong untuk menyarankan atau berspekulasi "bikin acara itu yang ekk gini,kek gini, ngundang ini, ngundang itu, harus gini, begitu". oke bahkan kami juga sudah emmbuka jaring aspirasi pra acara dan pemilihan ketupel. lantas, saat pendaftaran ketupel, ada kekhawatiran, karena belum ada tanda-tanda mahasiswa yang mendaftar. di hari H. muncullah beberapa nama, hingga pelaksanaan uji publik dan oke singkatnya terpilihlah ketupel baru. permasalahan selanjutnya muncul, ketupel tak akan berjalan sendirian, pasti ada sie-sie yang membawahi dan melaksanakan rangkaian acara. nah, kenyataannya, tidak semua event banyak yang mendaftar panitianya, tak jarang beberapa teman menyampaikan capek, mager, nolep, dan lain-lain saat ditanya kenapa gak daftar panitia?. oke, apakah memang kurang transparansi? atau upaya untuk mendaftar kepanitiaan. dulu online. ya cuma nunggu, kalau offline? apa kita yang harus jemput bola? buka stand depan kampus, menawarkan pendaftaran koor panitia? sepertinya itu ide yang menarik. 

pembaharuan, bukan sistem tunjuk pilih tanpa tau kemampuan. harus dibreafing dulu supaya bisa mendaftar. dan beginilah. harus ada motivasi dulu untuk mendaftarnya. ajak personal, atau ngechat teman-teman buat daftar. bentar ini sangat tidak berujung. 

6 Juni 2022

 Hai berpikir berlebihan. Capek ya. pingin nangis nih. Lagi gak baik baik saja ya. Apa Mei yang kamu rasakan, coba crita cirta. Aku lagi buruk. Lagi sangat bodoh dan gak bisa apa-apa. Bahkan pendapatku saja gak diterima. Gak ada yg butuh. Ada enggaknya aku sama aja. Karena mereka lebih pro. 

Kalau kamu gak nyaman kamu boleh nolak kok Mei, kenapa alasannya. Mengapa harus memaksa diri berada di antara mereka. Dengan pola kerja yang

Aku lagi gak bisa ngerjain sesuatu yang membuat bisa menyelesaikannya. Bahkan latar belakang aja rasanya pingin nangis. Sesusah itukah menggarap fenomena. Seribet itukah mendeskripsikan objekku. Apa yang akan terjadi pada proposal skripsiku nanti. Yang gak selesai-selesai. Di antara temenku yang selesai. Yang udah konsul yang udah baik yang udah pro. Sedang aku? Satu paragraf doang. DOANG. Belom ada tambahan. Dosa bangettt. Susah banget ternyata mengahadi ini semua. 

Ya Allah, beneran. Aku bahkan menyia-nyiakan hari ini 


8 Juni 2022

First Impression

 Kak sayang 

Sesuai dengan yang kusampaikan waktu itu, kalau kesan pertama ketemu Kak Wafa itu gak cukup hanya diucapkan wkwk. Entahlah keknya biar ada jejaknya ditulis aja kali ya. Sebelum menginjak ke sana, aku mau bilang makasih banyak buat segala pembelajaran lewat diskusi" asiknya hiya. Pokoknya makasih deh. 

Dimulai dari mana ya? Oh ini aja. First Impressionku ke Kak Wafa itu, ya apa hayo. Wkwk dibuat poin" aja kali ya biar lebih enak. 

1. Serius tapi santai 

Entah cuma aku atau orang lain juga merasakannya, tapi dari "pengakuanku" soal serius ini terlihat dari tampilan awal kakak. Mungkin kayak aku bertanya" gimana ya jadinya ngobrol sama kakak. Em mungkin tapi yaudah ngalir aja deh.  Ternyata rasa serius itu terlihat dari ya gitulah. 


Selengkapnya ada di Jurnal First Impression About You

.

30 Juli 2022


Kehilangan Sebelum Memiliki

Normal tidak ya, mengagumi seseorang itu, satu bulan terakhir aku akan terus membahas perihal dirinya. mungkin kamu akan bosan mendengarnya, tapi tak apa, satu-satunya yang tidak munafik untuk mendengarku berkali-kali hanya tulisan. 

perihal Jurnal First Impression About You, aku merasa menjasi seseorang yang sangat manis, tapi manis itu cuma sebentar. katanya jangan ghosting. tapi boleh deh utarakan semuanya,

Hai Meilisa, apa yang kamu rasakan hari ini? sedih, hambar, kayak apa ya yang salah sama aku. tapi aku gak brani nanya. bahkan untuk memulai chat lagi-lagi aku gak mampu dan gak mau. kesel yaaaaaaa. oh hati kenapa gengsimu tinggi banget. 


30 Juli 2022

Sepertinya Kamu Bukan Untukku

 Kamu terlalu sempurna, sudah kubilang kamu terlalu sempurna. Baik dari segala pengalamanmu dan bagaimana kamu berinteraksi dengan lingkunganmu. Kamu idaman, aku gak akan membual tapi itu iya. Segala kriteria yang kucanangkan sama seperti yang ada pada dirimu. Kamu adalah kamu dengan segala cerita hebat yang membuatku "kok ada ya orang sepertimu". Lagi dan lagi. 

Tapi. Ini mengenai salah satu hal yang belum bisa kutoleransi. Kenyataan yang sebenarnya ingin kuhindari tapi bagaimana lagi harus dihadapi . Adalah usia. 

Jika menengok dari kisah agung Khadijah dan Muhammad, harusnya tak apa. Betapa romantisnya mereka tanpa memandang usia. Tapi maaf, prinsipku tidak demikian. ini tentang cara pandang saya menghormati orang lain yang benar-benar hormat. Bukan sekadar oh hormat saya, tapi saya ingin menghargai dan menghormati Anda jika kmu menjadi lebih dari sekadar hormat. Aku malu mengakui. Tapi aku mencari yang lebih dari 3 tahun di atasku . Minimal. Bukan malah di bawahku. Apa aku terlalu tua. iya. Terlalu tua. Maaf tapi bukan salahku doang. Beda satu tahun itu masalah. Entah dimananya. Egoku saja yang belom bisa menerima. 

Apa jadinya jika setelah ini aku menjauh darimu? 

Apa jadinya jika kita tak lagi berkomunikasi.


Juni 2022





Semua Usai

 Dia pernah menjadi bagian dari hidupku selama 13 bulan, ya setelah itu hubungan kami usai entah bagaimana dulu aku berperan sangat jauh dengannya. menghabiskan sisa cerita masa kuliah, dan dia telah menyelesaikan masa studinya sedang aku masih di sini, menatap skripsi yang belum selesai. selamat, selamat telah mengantarnya tapi kau meninggalkan dirimu sendiri. akhirnya aku menyudahinya, takut pabila diriku tidak bisa fokus dan berjalan jika bersamanya. jalan kita juga sudah berbeda,, amat berbeda. ya begitulah. 

celoteh

kalian sering gak sih? merasa capek, jenuh, atau kalau nggak merasa bahwa diri kalian berada dalam posisi yang sangat asing. bukan, maksudku...