SANG GADIS SAMPAH
Oleh Meilisa Dwi Ervinda
Di semak belukar nan meliut
Tangan kasar mencabut akar penghidupan
Mata sayunya pertanda akan letihnya
mengais ketidak pastian
Gelondongan kardus jadi bantalan tiap
harinya
Di ujung rekah pulau gempa ini
Hijab kelabunya menjuntai indah
Bersama pulir keringat yang menjadi
saksinya
Tuntutan ilmu ia sodorkan
Tinggalkan sosok bermata sayu
Demi bakti pada agamanya juga pada kasih
yang menggema
Ia berguman perlahan, ada yang menagih
sebuah kerinduan...
Merangsang jiwa tuk merindu pada awan
Ialah Sang Gadis Sampah
Dari kardus..ia dibesarkan
Dengan botol bekas.. ia belajar
kesabaran
Dan dari tumpukan sampah yangtak
dipedulikan orang pula..
Ia merantau dengan tangguh didalamnya
Sepak terjal daun meliut dalam
genggamannya
Pijak mantap dalam tiap haluanya\juga
rekaan batu ia langkahkan demi kehidupan pencerah
Untuk menuju peradaban mulia
Ialah Sang Gadis Sampah
Pergi jauh, amat jauh kakinya melangkah
Mengais pundi cakrawala
Menagih akhir dari sebuah kebahagiaan
Dari pulau gempa yang merekah dengan
jutaan umat didalamnya
Sang Gadis Sampah
Tutur katanya bak rembulan yang bersinar
Pemancar dalam kalbu ibundanya
Gresik, 29 Desember 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar